Sudah tau legenda
hantu pangsit yang dulu pernah di posting sama
sandal?? Sosok yang dinyatakan sebagai hantu ini sebenarnya adalah sesosok bayangan wanita yang dua kali saya lihat sepulang dari
juminten. Namun ketika
Pengki dan sandal ingin turut melihatnya juga, bayangan tersebut tidak nampak. Maka, sosok tersebut dianggap misterius dan dinyatakan sebagai hantu. Karena saya yang melihatnya, maka disebut hantu pangsit.
Awalnya, keberadaan hantu pangsit ini dianggap hoax, karena anggota CA lain yang sengaja melewati tempat nongkrong hantu tersebut untuk melihat nya selalu kecele. Mereka tidak pernah sempat melihat hantu tersebut. Namun hari ini, isu mengenai hantu pangsit dinyatakan bukan hoax.Sosok bayangan wanita itu malam ini terlihat oleh Saya, Sandal, dan Alle.
Saat itu, di pertigaan gsp-jmn daerah ugm, nampak sesosok wanita muda, mengenakan jilbab warna biru, baju seperut lengan panjang, dan celana jeans model hipster. Oya, dia juga mengenakan kacamata sehingga nampak semakin menarik. Selain celana hipster yang tidak cukup untuk menutupi bagian pinggulnya itu, penampilannya seperti mahasiswi biasa. Pertama kali saya melihatnya, dia nampak sedang merokok. Oya saat itu, saya kira dibagian punggung bawahnya ada semacam tatoo, tapi kang sandal mengatakan klo itu adalah (maaf) belahan pantat nya. Betapa bodohnya saya.
Melihat wanita muda sendirian di tempat seperti itu, pada jam dini hari yang sangat dingin, dengan pakaian jilbab namun terbuka, membuat saya berpikkir macam2. sedang apa dia disana ?
saya pun langsung menuduh klo mbak hantu itu adalah seorang pramuria. Mahasiswi semester entah yang mencari nafkah lahir batin dengan jalan nikmat. Jilbab yang dikenakan menurut saya hanya sebagai kamuflase jika tiba2 ada razia satpam kampus. Akan lebih aman mengenakan jilbab daripada tanktop dan makeup tebal seperti di sarkem. sekali lagi, ini hanyalah tuduhan saya yang tidak berdasar.
Setelah mengantarkan kang sandal sampe ke kost nya, saya berniat untuk pulang. Namun alam pikiran saya menuntun tangan ini untuk mengarahkan setang motor kembali ke pertigaan GSP. Ternyata saya masih penasaran sama wanita itu. saya ingin melihatnya lagi dari dekat, walaupun sebelumnya sudah 3X bolak balik disitu.
Sampai di lokasi, saya berhenti dan memarkir motor sembarangan. Kemudian perlahan mendekati wanita misterius itu. saat itu kami masih terhalang oleh pagar. Ucapan "Halo" dengan nada gemetaran karena hawa yang dingin dan kenyataan bahwa sedang menyapa sosok yang kemungkinan adalah hantu atau pramuria, terlontar dari mulut saya. Saya sudah terlihat seperti pemuda dengan hasrat tinggi yang menggebu2. haduh.
Tanpa saya sangka, dia justru melangkah mundur, dan berjalan menjauh sambil sesekali melihat saya. mengecek apakah saya mengejarnya mungkin. saya pun mengkikutinya memasuki area gsp. Semakin saya mengejar, makin cepat pula dia melangkahkan kakinya. Bahkan dia sempat melepas sepatunya yang tidak mendukung usaha pelariannya itu. Saya terlihat seperti calon pemerkosa yang mengejar mangsanya. Siyall.
Sebenernya saya bisa aja berlari lebih cepat dan mendapatkan nya, namun itu tidak saya lakukan. Rasa khawatir klo nanti dia adalah cuman pancingan, dan di seberang sana akan muncul teman2nya yang mengeroyok saya , agak sedikit menakutkan. Belum lagi pikiran ngasal klo dia sedang berjalan kembali ke kuburan nya. Dan banyak pikiran2 lain yang membuat saya mengurungkan niat untuk terus mengejarnya. Lagipula saya mengkhawatirkan motor saya.
Akhirnya, saya pun kembali kemotor saya dan kemudian pulang, tanpa mendapatkan hasil apa2 di pagi yang dingin itu.
Ada yang mengganjal di pikiran saya. Mengapa dia harus lari ? Bukankah dia seharusnya menyambut calon pelanggannya ? Jika saya ternyata salah dan dia bukanlah pramuria, lalu siapa dia ? apa yang dia lakukan disitu ?
Ah saya tau.. saya pasti terlihat gagah seperti pak pulisi, sehingga dia ketakutan. Dia pasti membayangkan saya akan mengejarnya, memborgol dan menembak kakinya dengan pistol jika dia berusaha melawan. Dia pasti ketakutan membayangkan dirinya akan berakhir di sel dan diinterogasi macam. maka nya dia lari ketakutan melihat saya. Ya, pasti begitu.
Maafkan saya nenk, udah mengganggu kegiatan kamu malam itu.
nb : Saya sebenernya juga ngga tau apa yang akan saya katakan atau apa yang akan saya lakukan jika dia tidak lari. Mungkin saya cuma akan ngobrol bentar, tawar2 an harga, kemudian berkelit karena tidak punya uang cukup. saya akan bertindak sebagai cowo cerewet banyak nanya dan imut yang dibenci oleh kebanyakan pramuria. kemudian kabuurrr. hehehe.
07 Juni 2008 12:23:05