"Kalau mau bunuh orang, maka bunuh saja, jangan cuman bicara". Itu kata2 yang diucapkan oleh tokoh cewe dalam filem van helsing, sesaat setelah dia menusuk si drakula wanita. Saat itu sebenernya drakula wanita dalam posisi unggul, namun bukannya malah segera membunuh namun malah kebanyakan bicara. Akhirnya dengan sedikit kesempatan yang ada, si tokoh cewe malah yang berhasil lebih dulu membunuh drakula wanita.
Kejadian yang hampir sama terjadi pada pertarungan Van helsing yang sudah berubah menjadi werewolf dengan drakula. Saat werewolf udah hampir menang, tiba2 bulan tertutup awan, dan werewolf pun berubah kembali menjadi van helsing dan kehilangan kekuatan nya. Drakula yang kekuatannya lebih unggul malah kebanyakan bicara dan tidak langsung membunuh van helsing. Beberapa saat kemudian, bulan kembali muncul sehingga van helsing berubah menjadi werewolf dan berhasil membunuh drakula.
Yah saya tau, kejadian diatas itu cuman ada dalam filem, tapi sangat bagus kan klo bisa mengambil hikmah dari sebuah filem. Manfaat yang bisa diambil apa ?
Jadilah seperti Van helsing, jangan tiru drakula.
Jadi seperti van helsing yang berotot ? Jangan seperti drakula yang suka menghisap darah ? Tentu saja maksud saya bukan yang itu donks lah. Tapi melihat pada cuplikan adegan pertarungan mereka diatas itu lho. Jangan lewatkan peluang , serta manfaatkan kesempatan yang ada sebaik2nya. Jangan terlalu banyak bicara karena bisa saja peluang itu lewat selama kita berbicara (atau berpikir). jangan kebanyakan bicara, karena
orang yang cerewet banyak nanya dan sok imut itu memuakkan.
Err.. Hal ini sepertinya masih mengganjal di pikiran saya. Dulu waktu kecil saya sering bertindak tanpa berpikir lama2, berbuat tanpa bilang2 lebih dulu, dan akhirnya saya mendapat nasihat2 atau omelan macam "makanya klo mau ngapa2in dipikir dulu", "makanya jangan sembrono","Otak itu dipake buat mikir","makanya jangan sok tau" dan sebagainya.
Jadi mana yang lebih baik ? bertindak cepat sebelum peluang lewat atau merencanakan dengan matang lebih dulu supaya terhindar dari resiko gagal ?
agh orang2 akan lebih melihat kepada hasil yang diperoleh daripada proses nya. Jika berhasil karena bertindak cepat, maka kita akan dianggap tanggap, berpikir cepat, cerdas, berani menempuh resiko dsb. Tapi jika gagal, maka yanga ada adalah Cemohan sembrono, nekat, buru2, ngga melihat sikon . Jika berhasil karena direncanakan lebih dahulu, maka pujian bernada cerdas, sistematis, terrencana, pintar akan berdatangan. Namun jika gagal, Siap2 menyambut ucapan kelamaan mikir, penakut, ngga berani ambil resiko, terlalu belibet dll.
Jadi ? yang penting hasil akhir nya berhasil , ngga peduli gimana proses nya ?
07 April 2008 19:59:22