Di kalangan blogger, semua tentu kenal donk sama blogger satu ini. Blogger yang bisa dibilang senior yaitu
ndoro kakung yang terkenal dengan pecas ndahe nya. Ndoro kakung dan paklik isnogud nya yang bijaksana itu merupakan salah satu bloger favorit saya. Hampir tiap hari beliau mengupdate blog nya dengan postingan segar , Seakan2 ide dan semangat untuk menulis tidak pernah habis.
Salah satu ciri khas ndoro adalah, tiap judul postingan nya selalu ada kata "pecah ndahe" nya. Pelesetan dari pecah ndase yang artinya "Pecah kepalanya". Apapun tema, suasana dan isi dari postingan, judulnya selalu diikuti dengan pecas ndahe, Seperti halnya
nenk Tika dengan "ituh" nya. Mungkin itu sudah menjadi kebiasaan, trade mark atau ciri khas mereka, whatever lah.
Namun sehubungan dengan "pecas ndahe" tersebut, Saya agak kepikiran dan ngga sreg dengan postingan ndoro kemarin, tentang alm basuki, salah satu pelawak favorit saya. Judul postingan tersebut adalah
Basuki pecas ndahe. Juga postingan yang lalu tentang
Fuad pecas ndahe. Yach secara merupakan berita duka , saya agak ngga sreg aja. Kata pecas ndahe menurut saya merupakan kata2 umpatan yang lumayan kasar, dan ngga cocok dengan berita itu. Kiasan kah? akh, pokoknya saya tetep merasa ngga sreg.
Apakah hanya karena kebiasaan memberi judul dengan pecas ndahe ? Apa ngga malah membatasi gerak dalam memberi judul? Pentingkah sebuah judul ? Klo bagi saya seh judul itu penting dan menjadi inti dari tulisan. kata pecas ndahe sangat cocok untuk kasus Narkoba ahmad albar, kasus lagu indonesia raya atau kasus yang lain nya. Tapi untuk kasus Alm basuki dan alm fuad Hasan, i dont think so.
Yach saya cuman menuliskan apa yang menjadi pikiran saya, sekedar
membebaskan Jiwa dengan berbagi . Bukankah memang itu gunanya punya blog ? Mohon maaf jika ndoro kakung ngga berkenan saya bahas. tanpa minta ijin lagi. Membahas penguasa aja boleh, masa membahas blogger lain ngga boleh

13 Desember 2007 21:54:48
Tapi gimanapun juga emang sepertinya judul musti sesuai sama isi tulisan dan suasana...